Landasan pendidikan
Nama: Raden Tamimi Alwani
Npm: 201214013
Podi: PBSI
Mata kuliah: Landasan pendidikan
1. Jelaskan dan berikan contih masing masing dari landasan pendidikan indonesia berdasarkan asumsi!
jawab:
Landasan pendidikan berdasarkan asumsi terbangi 3 macam, yaitu:
A. Aksioma adalah asumsi yang diterima kebenarannya tanpa perlu pembuktian atau suatu pernyataan yang kebenarannya diakui atau diterima sepenuhnya oleh masyarakat. Contohnya: dalam hidup, manusia akan tumbuh dan berkembang.
B. Postulat adalah asumsi yang diterima kelompok orang tertentu atas dasar persetujuan. sebagian orang menerimanya sebagian lagi belum tentu menerimannya. Contohnya: perkembangan individu dipengaruhi oleh faktor lingukangan dan keluarga.
C.Premis tersembunyi adalah asumsi yang tidak dinyatakan tersurat yang diharapkan dipahami atau diterima secara umum. Contohnya: manusia perlu di didik agar lebih baik lagi.
2. Mengapa pendidikan indonesia menggunakan semboyan Tur Wuri Handayani dan masik memegang teguh sampai hari ini!
jawab:
Tut Wuri Handayani, semboyan yang dibuat oleh Ki Hajar Dewantara yang berasal dari bahasa jawa adalah semboyan yang dipilih dan dikenal di dunia pendidikan di Indonesia. Sebenarnya Terdapat tiga semboyan dalam bahasa jawa yang dibuat oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.
Masing-masing memiliki arti, artinya secara berurutan ialah di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. Semboyan-semboyan tersebut dibuat untuk menjadi dasar dalam pendidikan di Indonesia dalam setiap semboyannya terkandung makna yang mendalam seperti pada Tut Wuri Handayani, yang artinya dibelakang memberi dorongan yang berarti walaupun kita berada dibelakang berikanlah selalu dorongan agar tetap dapat terus maju kedepan. Ing Ngarso Sun Tuladha, di depan memberi contoh, yang artinya setiap yang ada di depan harus dapat menjadi contoh bagi siapapun dan jadi teladan. Ing Madya Mangun Karsa, di tengah memberi semangat, yang artinya di posisi ini harus dapat memberikan semangat kepada yang di depan maupun dibelakang.
Inilah yang harus ada di dalam jiwa pendidikan di Indonesia, ketika mendidik anak bangsa jadikanlah semboyan ini sebagai acuan dalam mendidik agar cita-cita Ki Hajar Dewantara tetap tertanam dan berkembang walaupun beliau sudah tiada sejak 61 tahun yang lalu. Perjuangan Ki Hajar Dewantara tetap di kenang setiap tanggal 2 mei, tanggal kelahirannya tersebut dijadikan hari pendidikan nasional oleh pemerintah dan setiap tanggal 2 Mei diperingati dengan HARDIKNAS atau Hari Pendidikan Nasional. Dan begitupun dengan semangat dan semboyan nya Tut Wuri Handayani yang tetap melekat di dada sebelah kiri para pelajar Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Inilah yang harus ada di dalam jiwa pendidikan di Indonesia, ketika mendidik anak bangsa jadikanlah semboyan ini sebagai acuan dalam mendidik agar cita-cita Ki Hajar Dewantara tetap tertanam dan berkembang walaupun beliau sudah tiada sejak 61 tahun yang lalu.
Secara umum, Implikasi dari penerapan asas Tut Wuri Handayani dalam pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Seorang pendidik diharapkan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan ide dan prakarsa yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan.
2. Seorang pendidik berusaha melibatkan mental siswa yang maksimal dalam mengaktualisasikan pengalaman belajar.
3. Peranan pendidik hanyalah bertugas mengarahkan siswa, sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing dalam rangka mencapai tujuan belajar.
4. Dalam proses belajar mengajar dilakukan secara bebas tetapi terkendali, interaksi pendidik dan siswa mencerminkan hubungan manusiawi serta merangsang berpikir siswa, memanfaatkan bermacam-macam sumber, kegiatan belajar yang dilakukan siswa bervariasi, tetapi tetap di bawah bimbingan guru.